kembali ke home

[KerjaItuMain] The Art of Volunteering Series 3: “The Little Things For Others”

profilepicture

Nama : Nike Nadia

17 October 2015

Share
Panduan awal dalam merencanakan proyek sosial sederhana dan bisa diaplikasikan langsung olehmu

 

Artikel kali ini akan membahas panduan awal dalam merencanakan proyek sosial sederhana yang bisa kamu aplikasikan bersama teman-teman. Isinya mungkin sangat general, tapi sedikit banyak dapat memudahkanmu mempersiapkan sebuah proyek sosial. Penasaran apa saja poin-poinnya? Check this out!
  1. Pikirkan pesan dan permasalahan sosial apa yang menjadi sasaran proyekmu
    Selain niat yang kemudian dipupuk dengan komitmen, perkara pesan dan permasalahan sosial adalah hal yang harus kamu tentukan sedari awal untuk memulai proyek sosial. Misalnya saja, permasalahan sosial apa yang sekiranya paling kamu kuasai seluk beluknya untuk dicarikan jalan keluar? Sebagai contoh, tolak ukur saya saat membuat #berbahagiact adalah pada pesan ‘kebahagiaan berbagi’.

    Berangkat dari core utama tersebut, saya kemudian mengembangkan konsep yang lebih matang. Ada pun isu volunteerism & youth menjadi pilihan utama saya karena pengalaman praktis dan passion saya berkisar pada dua hal tersebut. Itu artinya, passion dan kepedulian adalah dua hal yang perlu menjadi pertimbangan saat kamu akan memulai sesuatu.

  2. Ajak teman yang punya semangat sama untuk bergabung

    Namanya juga proyek sosial, pasti akan berhubungan erat dengan dukungan teman, komunitas, serta lingkungan terdekat. Rasanya kurang seru kalau ide menyalurkan buku-buku komik kesayangan ke panti asuhan terdekat hanya dilakukan oleh kamu sendiri. Tentunya pekerjaan akan lebih bermakna jika ada orang lain yang memiliki minat sama turut bergotong-royong membantu kita.
     
    Oh iya, ada sedikit tips nih. Jangan terjebak dengan lingkaran teman yang biasa main dengan kita saja. Sekali-kali perhatikan juga lingkungan pertemanan yang lebih luas. Ajak orang-orang yang kelihatan benar-benar tertarik, punya waktu dan bersedia berkomitmen untuk menjalankan proyek ini.

  3. Bentuk tim kepengurusan dan jobdesc untuk proyek sosialmu
    Membentuk tim kepengurusan bisa dimulai lewat informasi mulut ke mulut. Bisa pula lewat cara-cara umum dengan menempelkan informasi ke mading kampus. Namun demikian, untuk proyek sosial yang sudah lintas tugas sekolah, UKM Kampus, atau lingkungan perumahan, ada baiknya kamu sengaja mempersiapkan metode open recruitment volunteer bagi khalayak umum. Dimulai dari informasi kualifikasi yang dibutuhkan, persyaratan, hingga jobdesc bisa kamu tuangkan dalam poster khusus atau sederhana dalam file word. Informasi open recuitment ini bisa kamu sebarkan di digital platforms agar penyebarannya lebih luas.
     
    Sebagai ide, kamu bisa menyebarkan informasi  lewat link social media projectmu, bisa juga mention akun-akun twitter yang menjadi wadah informasi bagi kesempatan berkegiatan sebagai relawan.  Misalnya saja akun twitter @indorelawan dan @IDVolunteering.  Cara lain adalah dengan memasukkan pengumuman lowongan ini ke website kepemudaan yang memberi kesempatan bagi proyek sosial untuk memasang lowongan oprec volunteer secara cuma-cuma. Contohnya adalah di http://company.studentjob.co.id/company_login. Kamu hanya perlu sign up dan menunggu form oprec kegiatanmu dikurasi pihak tersebut.
     
    Untuk pembagian jobdesc, susunlah sesuai kebutuhan dan ketersediaan SDM yang ada. Buatlah plan A dan plan B terkait jobdesc dan dukungan teman relawan. Soalnya dari pengalaman, sering sekali kita menyiapkan banyak pekerjaan untuk masing-masing relawan, namun pada akhirnya relawan tersebut tidak dapat memenuhi tanggungjawabnya. Namanya juga bentuk pekerjaan yang tidak ada ikatan hitam di atas putih. Jangan sampai kegiatan kita berhenti karena tidak punya plan B saat relawan andalanmu tiba-tiba menghilang ditelan bumi, ya.

  4. Buat Detil Kegiatan (Timeline, budget, proposal hingga MoU)
    Hal selanjutnya yang tak kalah krusial adalah mulai menyusun substansi kegiatan. Dimulai dari hal-hal mendasar seperti proposal yang memuat latar belakang, tujuan hingga output , juga hal-hal pendukung seperti membuat timeline dan rancangan budget. Gambaran output, timeline dan budget adalah hal yang perlu disusun dengan sangat matang di awal. Apalagi jika memang kamu berencana untuk berpartner dan berjejaring dengan komunitas lain.
     
    Tidak usah takut karena tidak punya link atau kenalan siapa-siapa di awal. Jelaskan dengan singkat latar belakang kegiatanmu lewat surel dengan attachment proposal kegiatan pada calon komunitas dan media partner yang sekiranya memungkinkan untuk mendukungmu. Biasanya dalam waktu 3-14 hari mereka akan segera merespons. Apabila visi misimu sejalan, teman-teman komunitas partner akan dengan senang hati mendukungmu.

  5. Susun konsep dalam bentuk visual (logo, poster, flyer, photo collage, mini video)

    Poin ini juga tak kalah penting, yaitu menyusun konsep dalam bentuk visual. Misalnya saja membuat logo, poster atau e-flyer untuk keperluan MoU dan penyebaran informasi di digital platforms. Bagaimana pun juga manusia adalah mahkluk visual. Jika konsepmu yang super keren ini hanya dituangkan  dalam bentuk tulisan pada proposal yang panjang, tentu orang-orang akan malas memahaminya.
     
    Maka itu, buatlah konten-konten menarik seperti e-flyer untuk count down hari H kegiatanmu, kolase foto dan mini video sebagai bentuk laporan kegiatan, atau mungkin membuat merchandise yang sekiranya berguna untuk offline campaign proyek sosialmu.

  6. Persiapkan digital platforms untuk proyek sosialmu
    Seperti yang sudah saya tuliskan beberapa waktu lalu, mempersiapkan digital platforms untuk sebuah komunitas atau proyek sosial adalah hal yang sangat relevan untuk dijalankan di era digital ini. Beberapa poin yang mungkin akan memudahkanmu adalah :
    • Website atau laman blog bisa jadi kanal utama yang merepresentasikan project kita. Nah, saat ini ada banyak sekali free website builders yang bisa kita gunakan untuk membuat sebuah website yang praktis dan representatif.  Seperti Wix dan Weebly yang merupakan website builders yang cukup dikenal di Indonesia. Sedangkan untuk blog, kamu bisa menggunakan Blogspot, Wordpress, atau Tumblr.
    • Dalam layanan jejaring social media seperti Twitter, kamu bisa memfokuskan strategi kampanyemu pada kekuatan mention. Misalnya, dengan  meminta teman-teman  tim proyek sosial kamu untuk membantu me-retweet laporan kegiatan proyek sosial  agar lebih dikenal masyarakat.
    • Hashtag atau tagar (tanda pagar) juga menjadi kunci penting bagi berjalannya kampanye sosial. Makanya, ciptakan hashtag yang sekiranya mudah diingat banyak orang, ya!

  7. Transparansi dan pertanggungjawaban itu penting

    Yeay! Akhirnya proyek sosialmu bisa berjalan dengan lancar. Dimulai dari persiapan konsep yang sesuai dengan passion, lalu mengajak teman-teman untuk bergabung, membuka oprec volunteer dan menyusun jobdesc, mematangkan konsep dalam bentuk proposal, membuat MoU, menyusun timeline dan budget, mengajak komunitas lain berpartner, memvisualisasikan proyek sosial dalam konten menarik hingga menjaring massa lewat digital platforms.
     
    Tapi eits, tunggu dulu. Transparansi dan pertanggungjawaban itu penting. Biasakanlah merekap hasil laporan kegiatanmu dan memberitahu informasi tersebut pada komunitas partner dan seluruh tim kita yang berkepentingan. Dengan cara itu, jika ada hal-hal yang dirasa belum jelas orang-orang bisa saling meng-clear-kan semua permasalahan, dan proyek sosialmu pun dan selesai dengan apik dan manis.
Teman-teman, inilah ringkasan singkat hal-hal yang harus kita perhatikan saat akan membuat sebuah proyek sosial sederhana. Informasi ini sebenarnya general sekali dan dapat diaplikasikan oleh berbagai macam kalangan. Bisa untuk kamu para mahasiswa yang dapat tugas dari dosen agar membuat kegiatan sosial, untuk kamu yang mau buat acara sosial 17 Agustusan di komplek rumah, atau kamu yang memang ingin membuat proyek sosial berbasis komunitas dengan skala yang lebih luas.
 
Sebagai Acer Explorer dari rangkaian kegiatan #Kerjaitumain dari Acer Indonesia dan Intel Indonesia, saya mengajakmu untuk mengeksplorasi niat menjadi sebuah aksi yang berarti. Buat saya pribadi, senjata andalan untuk brainstorming ide terkait passion saya adalah Acer One 10. 
 
Dengan OS yang update, segala kebutuhan pribadi yang berjiwa muda dan serba fleksibel bisa terpenuhi.  Soalnya, Acer One 10 sudah dilengkapi dengan Windows 8.1 with Bing dan Office 365, sehingga saya nggak perlu lagi repot mencari Windows OS dan Office untuk kebutuhan notebook. Acer juga melengkapi Acer One 10 dengan Intel Quad-Core yang memungkinkan saya untuk bekerja secara multi-tasking. Selain itu, layar sentuh responsibel dengan resolusi HD, memberikan pengalaman multimedia dengan hasil gambar di layar lebih baik, jernih, dan tajam.
 
Akhir kata, saya cuma mau bilang, yuk beraksi dengan arti mulai hari ini!
img1 img2